Ketua GOW Pati Dorong Perempuan Jadi Pemilih Cerdas, Kritis, dan Tak Mudah Terprovokasi
PATI – NOTOPROJO.ID
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, mendorong perempuan di Kabupaten Pati menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurut Dwi, keterlibatan perempuan dalam demokrasi tidak sebatas menggunakan hak pilih saat pemilu. Perempuan juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Dwi saat mengikuti kegiatan Pendidikan Pemilih bertema “Demokrasi Berkualitas, Perempuan Berdaya Wujudkan Pemilu yang Berintegritas bersama KPU Kabupaten Pati” di Ruang Pragola Pati, Senin (5/10/2026).
Dwi mengatakan, pendidikan pemilih penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Menurut dia, demokrasi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada profesionalitas penyelenggara pemilu, tetapi juga pada kualitas partisipasi masyarakat.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk cara pandang dan kesadaran demokrasi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Dwi.
Ia menuturkan, perempuan dapat menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan, serta sikap menghargai pilihan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan berdaya dalam demokrasi bukan berarti harus selalu berada di ruang politik praktis. Perempuan juga dapat berkontribusi menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Perempuan Diminta Tak Mudah Percaya Informasi
Dwi juga menyoroti pentingnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia meminta perempuan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Menurutnya, kecakapan memilah informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya dan jangan ikut menyebarkan berita yang belum terverifikasi. Perbedaan pilihan dalam demokrasi juga harus dipandang sebagai sesuatu yang wajar,” tegasnya.
Dwi mengatakan, GOW Kabupaten Pati bersama organisasi perempuan yang tergabung di dalamnya siap mendukung penguatan demokrasi melalui edukasi kepada keluarga dan masyarakat.
Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan meningkatkan literasi politik serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.
“GOW bersama organisasi perempuan di dalamnya siap menjadi bagian dari mitra edukasi di tengah keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara GOW dan KPU Kabupaten Pati dapat terus diperluas melalui berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan perempuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurut Dwi, pendidikan demokrasi seharusnya tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan pemilu, tetapi menjadi proses yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Semangat demokrasi tidak hanya hadir menjelang pemilu, tetapi menjadi bagian dari budaya kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” tuturnya.
Dwi menambahkan, kualitas demokrasi juga tercermin dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan.
Karena itu, ia berharap perempuan di Kabupaten Pati semakin berdaya, memiliki wawasan luas, bijak dalam menerima informasi, serta berani menyampaikan aspirasi.
“Demokrasi yang berkualitas bukan hanya tentang bagaimana kita memilih, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai pilihan dan tetap menjaga persatuan meski di tengah perbedaan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kesbangpol Kabupaten Pati, jajaran KPU Kabupaten Pati, serta pengurus dan anggota GOW Kabupaten Pati.
Editor: Agus Suprianto














