Donasi Buku di Pati Tembus 2.000 Eksemplar, Dorong Perpustakaan Desa
PATI – NOTOPROJO.ID
Gerakan donasi buku yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menunjukkan hasil. Hingga kini, sekitar 2.000 eksemplar buku telah terkumpul untuk mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.
Gerakan tersebut dibuka sejak 20 Juli 2026 berdasarkan Surat Edaran Nomor 000.4/18/2026 tentang Gerakan Donasi Buku dalam rangka mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati, Sukardi, mengatakan ribuan buku tersebut akan dimanfaatkan untuk membentuk embrio perpustakaan desa di berbagai wilayah Kabupaten Pati.
“Alhamdulillah sudah terkumpul sekitar 2.000. Target kami secara perlahan untuk membentuk embrio perpustakaan desa,” kata Sukardi.Rabu (19/08/26)
Menurut dia, saat ini baru terdapat 235 perpustakaan desa dari total 406 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pati. Karena itu, keberadaan perpustakaan desa masih perlu terus didorong, salah satunya melalui penyediaan koleksi buku.
Sukardi menjelaskan, gerakan donasi tersebut juga menjadi langkah alternatif setelah bantuan buku bermutu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dihentikan sementara akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Sementara tahun ini bantuan buku bermutu dari Perpusnas dihentikan karena ada efisiensi. Sehingga kita berinisiatif untuk bersinergi dengan berbagai pihak dan masyarakat melalui donasi buku,” ujarnya.
Selain mengandalkan donasi masyarakat, Dinarpus Pati berharap dukungan pemerintah desa dapat diperkuat melalui pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pengembangan perpustakaan.
Sukardi berharap Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) dapat memberikan arahan kepada pemerintah desa agar pengembangan perpustakaan menjadi bagian dari program pembangunan desa.
“Kita harapkan juga penekanan dari Pemkab melalui Dispermades untuk bisa memberikan arahan atau memasukkan ke dalam Perbup terkait ADD, sehingga ada anggaran yang bisa digunakan untuk mendukung dan membentuk perpustakaan desa,” pungkasnya.
Penguatan perpustakaan desa dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus membangun budaya literasi di tingkat desa. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, keberadaan perpustakaan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan literasi masyarakat.
Penulis: HAW














