Perusahaan Diajak Bangun Tempat Kerja Ramah Keluarga, Chandra: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati mendorong dunia usaha mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui penerapan kebijakan yang ramah keluarga di lingkungan kerja. Langkah tersebut dinilai penting agar perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi komitmen sektor swasta.
Ajakan itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka kegiatan Kebijakan Ramah Keluarga untuk Mendukung Kabupaten Layak Anak Kabupaten Pati yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB) Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Selasa (21/7/2026).
Chandra menegaskan, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, perusahaan memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pekerja sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak anak.
“Pembangunan Kabupaten Layak Anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga,” ujar Chandra.
Ia menjelaskan, perusahaan diharapkan menerapkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada pekerja perempuan, seperti menyediakan ruang laktasi, ruang konsultasi, fasilitas ramah anak, serta menjamin hak cuti melahirkan dan menyusui sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi investasi jangka panjang karena sebagian besar tenaga kerja di sejumlah perusahaan merupakan perempuan yang juga memiliki peran penting dalam pengasuhan anak.
“Perhatian terhadap kesejahteraan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Selain mendorong penerapan kebijakan ramah keluarga, Pemkab Pati juga berkomitmen memperkuat kemitraan dengan dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah, kata Chandra, akan terus membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Pemerintah daerah akan terus menjadi mitra dunia usaha. Kami ingin investasi tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan masyarakat Pati memperoleh manfaat sebesar-besarnya,” tegasnya.
Untuk mendukung kebutuhan industri, Pemkab Pati juga akan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Di sisi lain, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DinsosP3AKB Kabupaten Pati, narasumber, fasilitator, serta perwakilan dunia usaha dari berbagai sektor, mulai dari media, industri, rumah sakit, perbankan hingga pusat perbelanjaan. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan Kabupaten Pati yang semakin ramah terhadap perempuan, anak, dan keluarga.














