Plt Direktur RSUD Soewondo Kebut Pembenahan, Dewan Pengawas hingga Alat Medis Jadi Prioritas
PATI – NOTOPROJO.ID
Belum genap satu bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Ahmad Husin, Sp.PD., M.Kes. langsung bergerak cepat melakukan berbagai langkah pembenahan. Mulai dari memperkuat tata kelola rumah sakit hingga mendorong pengadaan alat kesehatan modern guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang kini diprioritaskan adalah pembentukan kembali Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati agar sistem pengelolaan rumah sakit berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Usulan nama-nama Dewas sudah kami sampaikan kepada Pak Candra. Tinggal menunggu pengesahan. Komposisinya nanti sesuai aturan, terdiri dari unsur pemerintah, tenaga profesional, dan unsur lainnya,” ujar dr. Ahmad Husin, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, pembentukan Dewas kali ini dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku sehingga mampu memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus menghindari persoalan administratif yang pernah terjadi sebelumnya.
Tak hanya berbenah dari sisi manajemen, dr. Ahmad Husin juga memfokuskan perhatian pada peningkatan pelayanan kesehatan. Melalui Perubahan APBD 2026, RSUD RAA Soewondo mengusulkan sejumlah pengadaan alat kesehatan, salah satunya alat pemecah batu ginjal modern (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy/ESWL).
Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pasien karena proses penanganan batu ginjal dapat dilakukan tanpa operasi terbuka.
“Kalau alat ini sudah tersedia, pasien tidak perlu lagi menjalani operasi. Penanganannya cukup menggunakan teknologi pemecah batu sehingga lebih nyaman dan proses pemulihannya lebih cepat,” jelasnya.
Selama ini, kata dia, tidak sedikit pasien batu ginjal yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain karena fasilitas tersebut belum dimiliki RSUD RAA Soewondo Pati. Karena itu, pengadaan alat tersebut diharapkan mampu menekan angka rujukan sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pati.
Di sisi lain, layanan jantung juga terus diperkuat. RSUD RAA Soewondo telah memiliki fasilitas Cath Lab dan secara bertahap meningkatkan kompetensi tenaga medis melalui program proctorship, yakni pendampingan tindakan medis oleh dokter spesialis dari rumah sakit rujukan, seperti Rumah Sakit Jantung Jakarta dan RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Melalui program tersebut, dokter-dokter RSUD RAA Soewondo memperoleh pendampingan langsung saat melakukan tindakan medis sehingga kemampuan dan kualitas pelayanan terus meningkat.
Dr. Ahmad Husin berharap seluruh usulan pengadaan alat kesehatan dapat disetujui dalam Perubahan APBD 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Harapannya sekitar September atau Oktober sudah mendapat persetujuan sehingga pengadaan bisa segera direalisasikan. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, masyarakat Pati tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena semuanya bisa ditangani di RSUD RAA Soewondo Pati,” pungkasnya.
Penulis : HAW














