Aksi Tawuran Brutal Dua Kelompok Kembali Terjadi di Perbatasan Pati-Kudus
PATI – NOTOPROJO.ID
Aksi tawuran brutal kembali menggegerkan wilayah perbatasan Kabupaten Pati dan Kudus. Dua kelompok pemuda, yakni gangster Tos Babalan asal Kudus dan gangster Steam24boys asal Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, terlibat bentrokan berdarah pada Rabu dini hari, 30 Juli 2025 sekitar pukul 01.00 WIB.
Bentrok terjadi di Jalan Prawoto – Babalan, tepatnya di wilayah Desa Prawoto. Suasana malam yang awalnya lengang berubah menjadi mencekam saat dua kelompok remaja saling serang menggunakan senjata tajam.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung merespons cepat setelah menerima laporan warga tentang kerumunan pemuda yang membawa senjata tajam.
“Petugas langsung menuju lokasi. Saat tiba, kami mendapati dua kelompok pemuda terlibat saling serang. Beberapa pelaku berhasil melarikan diri, namun satu orang berhasil kami amankan,” terang AKP Sahlan.
Pelaku yang diamankan berinisial DDP (19 tahun), warga Desa Baleadi, Sukolilo. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah celurit sepanjang 150 cm dengan gagang kayu berwarna hitam. DDP mengaku sebagai anggota gangster Tos Babalan.
Saksi mata, Wahyu Aris, menyebutkan bahwa situasi sangat kacau dan membahayakan. “Saya melihat mereka berteriak-teriak sambil saling serang. Untung polisi cepat datang,” ujarnya.
Saksi lain, Muhammad Habbil, mengungkapkan kekagetannya saat melihat sejumlah pemuda membawa senjata tajam di tengah malam.
Kapolsek menegaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan Pasal 2 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam tanpa hak.
“Ini pelanggaran serius. Kami tidak main-main soal tawuran,” tegas AKP Sahlan.
Pihak kepolisian juga telah mengirim surat perintah penahanan kepada keluarga pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
“Anggota kami bergerak cepat di lapangan. Respons cepat dari laporan warga sangat menentukan keberhasilan pengamanan ini,” tambahnya.
Saat ini, penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pelaku lainnya. Polisi juga mewaspadai adanya jaringan atau geng pemuda yang berpotensi melakukan aksi serupa.
Sebagai langkah preventif, patroli malam akan ditingkatkan, khususnya di titik-titik rawan konflik antar pemuda. AKP Sahlan juga mengimbau kepada tokoh masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah untuk lebih peduli terhadap pergaulan remaja.
“Jangan biarkan anak-anak kita terlibat dalam kekerasan jalanan. Mari kita cegah bersama-sama,” pungkasnya. (*)














