Gurbenur Jateng Ahmad Lutfi dan Bupati Pati Sudewo Ikuti Retret,Apa Saja Yang Dilakukan
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Kegiatan ini akan diikuti oleh 505 kepala daerah hasil Pilkada 2024, pada 21-28 Februari 2025 di lokasi yang sama tempat Presiden dan Kabinet melakukan Retreat sebelumnya.
“Pembekalan ini akan dimulai dengan pemahaman tugas pokok dan fungsi kepala daerah, diikuti oleh arahan tentang Astacita dari para menteri, dan dilengkapi dengan pembekalan ketahanan nasional oleh Lemhanas,” jelas Bima Arya.
Para kepala daerah direncanakan tiba di lokasi retret pada 21 Februari 2025, setelah pelantikan mereka pada 20 Februari di Jakarta.
Retret kepala daerah ini direncanakan berlangsung dalam dua gelombang.
Pelatihan ini mencakup berbagai kegiatan fisik, diskusi strategi, dan pembekalan intensif untuk memastikan para pemimpin daerah mampu menyelaraskan program-program daerah dengan visi nasional
Gelombang pertama akan diikuti kepala daerah yang tidak menghadapi gugatan hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dan akan dimulai pada 6 Februari 2025.
Sedangkan gelombang kedua akan menyusul setelah perkara MK selesai, jika tidak memerlukan pemungutan suara ulang.
Apa saja kegiatan Retreat?
Sebagai referensi, seperti yang sudah diungkit, kegiatan retreat sebelumnya melibatkan latihan fisik, seperti baris-berbaris, senam pagi, hingga diskusi strategi bersama para pejabat senior dari kementerian terkait, dari keterangan para menteri, retreat juga melibatkan aktivitas peningkatan kedisiplinan para pejabat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang mengikuti Retreat Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, menilai latihan ini penting untuk membangun tanggung jawab, meskipun di bawah tekanan jadwal ketat.
Ia berharap retret kepala daerah agar lebih siap menghadapi tugas besar di wilayah masing-masing.
“Bangun paginya itu agak repot saya, biasanya kan kita tidurnya jam 2, bangun jam 5 subuh, habis subuh tidur lagi kan, nanti bangun jam 7. Nah ini tidak, kita tidurnya jam 2, jam 4 sudah bunyi. Tapi itu bagus bahwa hidup itu disiplin, tanggung jawab negara itu mau 2 jam, 1 jam tidur, begitu panggilan tugas, harus siap,” papar Bahlil.
Retreat kepala daerah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun pemerintahan yang solid dan efektif. Dengan menyelaraskan visi dan memperkuat koordinasi, para pemimpin daerah diharapkan mampu mendukung program strategis pemerintah pusat demi kemajuan Indonesia.
Pelatihan yang dirancang secara komprehensif ini tidak hanya memperkuat sinergi lintas wilayah tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri. (**)














