Masyarakat Keluhkan Infrastruktur Jalan Yang Rusak, DPRD Pati Akan Perjuangkan Peningkatan
PATI – NOTOPROJO.ID
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang saat ini dalam keadaan mantap sudah mencapai 80 persen. Sementara itu, sebanyak 20 persen jalan lainnya masih memerlukan perbaikan. Total panjang jalan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati sekitar 1.256 Km.
“Masih ada 251 kilometer jalan yang kondisnya kurang mantap atau mengalami kerusakan dan butuh perbaikan,” ucap Plt Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, Senin (7/10/2024).
Menurut DPRD Pati Ir. Bambang Susilo, infrastruktur jalan menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Pati. Sebab, masih banyak ruas jalan kabupaten yang rusak parah, tetapi belum tersentuh perbaikan atau sudah sering diperbaiki namun tidak bisa bertahan lama.
Hal tersebut menuai perhatian kalangan legislatif. Wakil rakyat dari Dapil V Pati ini berharap dan mendorong pemerintah kabupaten pati dan Provinsi untuk melakukan peningkatan ruas jalan secara masif. Mobilitas dan perekonomian masyarakat terus meningkat.
DPRD Pati Ir Bambang Susilo mengaku sering menerima keluhan masyarakat tentang infrastruktur jalan yang belum merata, habis diperbaiki rusak lagi. Dengan demikian, pemerintah harus hadir untuk memberikan layanan infrastruktur jalan yang layak kepada seluruh masyarakat kabupaten pati sampai kedaerah.
”Kami menginginkan ada peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Sampai saat ini infrastruktur jalan belum sesuai target yang kami harapkan karena faktor anggaran,” ujarnya
Menurut dia, peningkatan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah tidak cukup dengan pengaspalan hotmix. Sebab, kontur tanah setiap wilayah di kabupaten Pati berbeda-beda.
”Ada yang tanahnya tidak bergerak, tetapi juga ada yang bergerak,Peningkatan ruas jalan kabupaten yang kontur tanahnya bergerak harus menggunakan metode betonisasi. Dengan begitu, kualitasnya lebih baik dan bertahan lebih lama.
”Kami berharap Mulai sekarang sudah bisa secara kontinue melakukan betonisasi ruas jalan di daerah yang kontur tanahnya bergerak agar efektif dan lebih tidak mudah rusak,” sambungnya.
Yang Sebelomnya Jabat Ketua Komisi A DPRD Pati itu mengakui, peningkatan ruas jalan dengan betonisasi memang membutuhkan biaya lebih besar. Namun, hal tersebut jauh lebih baik dan efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur.
”Lebih mahal memang iya, tetapi kualitasnya lebih kuat dan bertahan lebih lama. Dari pada kita melakukan pengaspalan dengan cara hotmix, tetapi lebih cepat rusak,”paparnya.
Dengan demikian, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pati harus proaktif untuk mendapatkan program dari pemerintah pusat. Juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Banyak sumber dana pengajuan yang bisa ditempuh oleh pemerintah agar mendapat bantuan dari provinsi maupun pusat,” pungkasnya.(ADV)














