Sejumlah Madrasah di Pati Hentikan Sementara Distribusi MBG di Bulan Ramadan
PATI – NOTOPROJO.ID
Sejumlah Sekolah madrasah di Kabupaten Pati menghentikan sementara distribusi menu makan bergizi gratis (MBG).Sekolah mengambil kebijakan khusus selama Ramadan 1447 Hijriah dengan menolak sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung pembentukan karakter dan latihan ibadah puasa bagi para siswa.
Ahmad Khoirul Basar selaku Koordinator MBG wilayah Pati merespon adanya sejumlah sekolah madrasah yang menolak sementara distribusi menu MBG.
“Selama bulan Ramadan apabila dari pihak sekolah mungkin tidak menghendaki adanya distribusi MBG karena bikin batalnya puasa siswa itu diperbolehkan saja,” papar Basar. Senin (23/02/2026) siang.

Kebijakan ini bukan sekadar soal teknis distribusi makanan, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan spiritual siswa. Pihak sekolah menilai keberadaan makanan di siang hari berpotensi mengganggu proses latihan puasa, terutama bagi siswa yang masih dalam tahap belajar menahan lapar hingga waktu tertentu.
Untuk diketahui bahwa saat ini baru mendapat laporan di dua yayasan yang menolak distribusi menu MBG yaitu Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya.Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan meskipun ada penolakan.
Selain dua yayasan di wilayah Kecamatan Margoyoso, dua Madrasah lain juga menghentikan sementara distribusi menu MBG diantara Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda Ngagel (Yapim) dan MTs Raudlotul Falah Mboro Desa Sitiluhur.
Di tempat berbeda Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Ahmad Syaiku mengatakan sebelumnya pendistribusian menu MBG di bulan ramadan rencananya akan dikaji ulang .
Menurutnya penolakan di sejumlah madrasah itu untuk memberikan pelatihan puasa kepada siswa agar tidak berbuka sebelum pada waktunya.
“Bagi mereka yang menolak itu ada lasannya kalau ini diberikan akan mengganggu ketika anak-anak itu bawa makanan dari madrasah ke rumah itu dikhawatirkan bisa membatalkan puasa (mokak) ,” pungkas Syaiku.
Penulis : Heroe
Editor : Agus suprianto













